PROPOSAL HOME INDUSTRI MIE WORTEL PANGGANG



proposal pengajuan
pendirian home industry mie kering panggang
cv CIPTA DAYA makmur
  


oleh :
GANING AYU PRAHASTIWI
7964

PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 ( STM PEMBANGUNAN ) TEMANGGUNG
KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
Jl. Kadar Maron Sidorejo, Kotak Pos 104, Telp (0293) 4901639
Temanggung 56221
2015-2016



                                                                                                                               





BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
                        Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energi, membantu  pertumbuhan  badan  dan  otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan.
Setiap jenis zat gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi.
                        Mi adalah  produk  yang dibuat dari tepung terigu atau tepung-tepungan sebagai bahan baku utama dengan  penambahan air dan larutan alkali serta bahan tambahan pangan yang diizinkan. Sedangkan Mi instan adalah produk yang terbuat dari adonan tepung terigu sebagai bahan baku utama dengan atau tanpa penambahan bahan lainnya. Proses pregelatinisasi dilakukan sebelum mi dikeringkan dengan proses penggorengan atau proses dehidrasi. Dalam hal ini, mi instan dikeringkan dengan 2 cara, yaitu secara penggorengan dan pengeringan.
                        Mi instan dengan metode pengeringan oven atau panggang memiliki beberapa kelebihan seperti rendah lemak atau minyak, sehingga mi ini lebih sehat untuk dikonsumsi. Dalam masyarakat, permintaan terhadap mi sehat ini sangat tinggi, namun belum sebanding dengan peredaran jenis mi ini di pasaran. Untuk itu, sangat menarik apabila memproduksi mi yang berbeda dari lainnya dan memiliki peluang besar di pasaran.





  I.2 Tujuan
Tujuan dari pendirian usaha mie wortel panggang ini adalah sebagai berikut :
1.      Memenuhi permintaan konsumen di pasar
2.      Menciptakan produk  yang aman dan mengikuti gaya hidup sehat
3.      Menciptakan peluang bagi pengembangan produk baru

I.3 Manfaat
1.        Membangun sebuah usaha (Home Industry) yang bergerak di bidang makanan
2.        Menciptakan produk dengan inovasi terbaru yang lebih sehat dan aman dikonsumsi
3.        Menciptakan makanan yang sehat untuk masyarakat yang sehat pula
4.        Menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar
5.        Meningkatkan pendapatan daerah
6.        Menganekaragamkan produk lokal








BAB II
ISI

II.1 Nama Perusahaan
CV CIPTA DAYA MAKMUR
II.2 Komoditas Perusahaan
Mie Wortel panggang
II.3 Penanganan Quality Control Perusahaan
                        Penanganan Quality Control  dalam usaha pembuatan mi ini dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya sebagai berikut :
II.3.1 Incoming Quality Control (IQC)
                    Adalah penanganan kualitas kedatangan yang dilakukan pada bahan baku. Setiap bahan baku yang datang dan akan digunakan untuk produksi harus diadakan pemeriksaan terlebih dahulu. Untuk skala Home Industry pemeriksaan bahan baku dapat dibataskan hanya pada pemeriksaan fisik dan organoleptik saja.
                    Pemeriksaan fisik meliputi ada tidaknya benda asing pada bahan baku. Sedangkan pemeriksaan secaraorganoleptik meliputi pemeriksaan kenampakan bahan baku berupa kesesuaian warna, aroma, dan rasa. Pemeriksaan tersebut dibandingkan dengan parameter yang telah ditentukan. Apabila dinyatakan sesuai, maka bahan baku tersebut diberi status release  sehingga dapat digunakan untuk proses produksi.
                    Adapun bahan baku utama beserta standar yang digunakan untuk pembuatan mi ini diantaranya :


1.          Tepung Terigu
Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan mi panggang adalah tepung terigu, yang juga merupakan bahan dasar pembuatan mi instan. Tepung terigu diperoleh dari penggilingan biji gandum (Triticum vulgare). Biji gandum atau wheat grain adalah salah satu dari kelompok serealia atau biji-bijian, yang telah menjadi bahan makanan pokok manusia selama berabad-abad selain padi, jagung, kentang dan lainnya.
Tepung terigu dalam proses pengolahan mi instan berfungsi membentuk tekstur mi, sumber karbohidrat dan protein. Kandungan Protein utama dari tepung terigu yang berperan dalam pembuatan mi adalah glutein dan gliadin (proalamin dalam gandum), yang bila bereaksi dengan air akan membentuk gluten. Proses pembentukan gluten ini dipercepat dengan perlakuan mekanis. Protein dalam tepung terigu untuk pembuatan mi harus dalam jumlah yang cukup tinggi supaya mi menjadi elastis dan tahan terhadap penarikan sewaktu proses produksi berlangsung. (Sunaryo, 1985)
Komposisi kimia dari gandum rata-rata terdiri dari 63% karbohidrat, 13,6% protein, 2,5% lemak, 2,2% serat kasar,1,5% abu, 15% air dan bahan lainnya sebanyak 1%. Keistimewaan terigu di antara serealia lainnya adalah kemampuannya membentuk gluten pada saat terigu dibasahi dengan air. Sifat elastis gluten pada adonan mi menyebabkan mi yang dihasilkan tidak mudah putus pada proses pencetakan dan pemasakan. (Buckle, et., al, 1987)
Produk makanan khususnya mi yang terbuat dari tepung terigu sangat dipengaruhi oleh jumlah gluten yang terkandung  didalam produk dan kebutuhan dari jumlah gluten dalam setiap produk tergantung dari jenis produk yang diinginkan .Spesifikasi produk yang dikeluarkan akan menentukan jenis tepung terigu yang akan digunakan . Jenis – jenis tepung :
a.                  Tepung  terigu  berprotein  tinggi  (bread  flour):  tepung  terigu  yang mengandung  kadar  protein tinggi  (11%  - 13%) digunakan  sebagai bahan pembuat roti, mi, pasta, donat.
b.                  Tepung  berprotein  sedang  atau  serbaguna  (all  purpose  flour):  tepung terigu yang mengandung kadar protein sedang (8% - 10%) digunakan sebagai bahan pembuatan kue.
c.                  Tepung  berprotein  rendah  (pastry  flour):  mengandung  protein (6%-8%) umumnya  digunakan  untuk  membuat  kue  yang  renyah,  seperti biscuit  atau  kulit  gorengan  (Anonim, 2010  ). 


2.       Tepung Tapioka
Penggunaan tepung tapioka ini bertujuan untuk menambah kekenyalan pada produk mi instan yang dihasilkan. Tepung tapioka adalah pati yang diperoleh dari ubi kayu atau singkong setelah melalui proses pemarutan, penyaringan, pengendapan pati dan kemudian penyaringan. Tepung tapioka pada pembuatan mi instan merupakan bahan tambahan dengan komposisi penggunaan secara persentase tidak terlalu banyak. Tepung tapioka dalam pembuatan mi berfungsi sebagai pengenyal tekstur pada mi instan.
3.       Minyak Goreng
Minyak goreng berfungsi sebagai medium proses penggorengan bahan pangan, pengontrol suhu panas penggorengan agar mi instan yang matang, penambah rasa gurih, penambah nilai gizi dan penambah kalori pada produk mi instan yang dihasilkan. Minyak goreng yang digunakan adalah RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil) yang berbentuk cair jernih, berwarna kekuningan, tidak berbau tengik dan tidak berasa yang merupakan hasil prosesing kelapa sawit
Minyak digunakan sebagai media pemanas untuk penggorengan blok mi  pada saat proses penggorengan. Minyak yang digunakan untuk proses penggorengan mi yaitu minyak RBDPO (Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil)  yang berasal dari minyak sawit yang telah diolah menjadi minyak RBDPO. Minyak RBDPO merupakan minyak yang mengalami proses penetralan (Refined), pemucatan (Bleached), penghilangan bau (Deodorized
4.      Air
Kandungan air pada makanan berfungsi untuk mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan tersebut. Fungsi penambahan air adalah untuk mempermudah adonan dibentuk lembaran, melarutkan garam dan membentuk sifat kenyal gluten. Persyaratan air yang digunakan adalah tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dengan kisaran  pH 6,5-8,5.
Air merupakan cairan yang tidak memiliki warna, rasa maupun bau.  Pada keadaan suhu kamar yang normal, air selalu terdapat dalam bentuk cair. Tetapi dalam suatu keadaan tertentu, air terdapat dalam 3 bentuk yaitu, cair, padat, dan uap. (Winarno et. al, 1973). Air dalam industri pangan memegang peranan penting karena dapat mempengaruhi mutu makanan yang dihasilkan.
Air yang digunakan dalam industri pangan umumnya harus mempunyai syarat-syarat tidak berwarna, tidak berbau, jernih, tidak mempunyai rasa, tidak mengandung unsur logam seperti besi dan mangan yang  tidak menyebabkan pengendapan pada produk jadi yang nantinya akan menurunkan mutu dari produk itu sendiri. Standar umum air untuk pengolahan pangan dapat dilihat pada tabel.
No.
Sifat Air
Jumlah (ppm)
Pengaruh yang ditimbulkan
1
Kekeruhan
1 – 10
Perubahan produk jadi dan merusak peralatan
2
Warna
5 – 10
Perubahan warna produk jadi
3
Besi dan Mangan
0.2 – 0.3
Menimbulkan karat pada peralatan, peralatan perubahan warna, mempengaruhi rasa, memungkinkan timbulnya iron bacteria
4
Alkalinitas
30 – 250
Menetralkaan zat yang bersifat asam, memungkinkan terhambatnya aktifitas bakteri
5
Kesadahan
10 – 250
Pengotoran, diserap oleh beberapa makanan, pengendapan dengan unsur-unsur alkali
6
Total Dissolved Solids
Maks 850
Mempengaruhi rasa, menghambat reaksi-reaksi Kimia
7
Flourine
Maks 1
Menimbulkan bintik-bintik pada gigi

Tabel 3. Standar Mutu Air
                                                                                                                 
5.       Pewarna
Pewarna yang ditambahkan pada mi dapat berupa pewarna alami dan pewarna buatan. Namun, biasanya pewarna buatan lebih sering ditambahkan pada pembuatan mi dari pewarna alami. Hal ini disebabkan karena pewarna alami lebih stabil, memberikan warna yang lebih kuat pada jumlah atau konsentrasi yang kecil.
Zat pewarna yang biasa digunakan dalam pembuatan mi adalah tartrazein yellow yang berfungsi untuk mempertajam warna kuning dari mi. Biasanya zat pewarna dicampurkan dengan garam dan dilarutkan dengan menggunakan air yang akan digunakan untuk membentuk adonan.
Garam berperan dalam memberi rasa, memperkuat tekstur mi, meningkatkan fleksibilitas dan elastisitasmi serta mengikat air. Garam dapat menghambat aktivitas enzimprotease dan amilase sehinggapasta tidak bersifat lengket dan tidak mengembang secara berlebihan.
Garam yang baik memiliki ciri fisik berwarna putih jernih, bentuk berukuran seragam dan utuh.
6.      Kemasan Primer
 Merupakan kemasan yang digunakan untuk mengemas langsung produk makanan. Kemasan primer yang digunakan adalah sejenis plastik PE tebal agar dapat mencegah terjadinya kerusakan pada mi. 
7.       Kemasan Sekunder
Merupakan kemasan yang berfungsi melindungi produk yang sudah dikemas  menggunakan kemasan primer. Kemasan ini memudahkan kegiatan distribusi dan penyimpanan. Contoh : karton
Karton biasanya digunakan untuk kemasan sekunder, yang di tujukan untuk melindungi produk dari kerusakan mekanis dan fisik. Disamping itu juga bertujuan untuk memudahkan pengangkutan dan penyimpanan.kelemahan dari mengemas produk dengan kemasn karton atau kertasadalah sifatnya yang sensitive terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan.beberapa jenis keras yang dapa digunakan sebagai kemasan fleksibel adalah kertas kraft, kertas tahan lemak, glassin dan kertas lilin.
Karton lipat atau kardus merupakan jenis pengemas kertas yang popular karena praktis dan murah. Dalam perdagangan sering disebut folding carton (FC) atau karton lipat.bahan yang banyak digunakan untuk membuat karton lipat adalah  cylinder board yang terdiri dari beberapa lapisan. Bagian tengah terbuat dari kertas daur ulang, sedangkan kedua sisinya berupa kertas Koran murni dan dari bahan murni yang dipucatkan. Untuk memperbaiki sifat- sifat karton lipat , maka dapat dilapisi dengan selulosa asetat dan polivinil klorida (PVC) yang di plastisasi. Kasein yang di campurkan pada permukaan kertas akan memberikan permukaan cetak yang lebih halus dan putih
Pengujian mutu kemasn karton lipat dapat berupa uji jatuh, pengujian tonjolan,pengujian kompresi dan daya kaku yang hubungannya dengan kelembaban udara.
Corrugated box (Karton kerdut) disebut juga karton bergelombang atau karton beralur terdiri atas 2 macam corrugated sheet, yaitu : Kertas kraft (kraft linier) untuk lapisan luar dan dalam kertas medium untuk bagian tengah yang bergelombang.
Karton yang biasa digunakan sebagai pengemas di industri merupakan jenis RSC (Regular Slotted Container) atau wadah celah teratur, yaitu :
a)         Kraft – medium – medium
b)         Medium – medium – medium
c)         Kraft – medium – kraft
d)         White kraft/Duplex – medium - kraft (produk ekspor)



II.3.2  Process Quality Control
Merupakan pengendalian mutu dalam proses pembuatan mi. Adapun tahapan maupun pengendalian pada setiap tahapan dapat dilihat dibawah ini.
1.          Proses Mixing
                                Proses mixing adalah proses pencampuran dan pengadukan material yang terdiri dari material terigu dan larutan bahan tambahan lain sehingga  dapat diperoleh adonan yang homogen.
                                Tujuan dari proses mixing  adalah mengembangkan partikel terigu yang akan mempermudah pembentukan jaringan gluten pada proses selanjutnya.  Untuk mendapatkan adonan yang baik. Kondisi adonan dipengaruhi oleh :

a.         Penambahan air
               Penambahan sangat berpengaruh pada pembentukan adonan dan tergantung pada penggunaan jenis tepung terigu. Air akan menyebabkan serat-serat gluten mengembang. Karena sifat gluten yang dapat menyerap air, saat proses pencampuran  yang berlangsung serat-serat gluten tersebut ditarik dan disusun berselang sehingga terbungkus dalam pati. Jumlah air yang ditambahkan tergantung pada penambahan air putih yang jumlahnya disesuaikan dengan kondisi adonan, optimal pada penggunaan air yaitu berkisar 28-38%.
b.         Suhu
               Suhu adonan sangat berpengaruh pada kondisi adonan yang akan dihasilkan jika pada proses suhu tinggi maka kegiatan enzim amilase akan meningkat dan hal itu akan merangsang perombakan gluten yang mengakibatkan turunnya kualitas mi, suhu mixer yang tinggi akan mengakibatkan kondisi adonan yang lembek sedangkan jika penggunaan suhu terlalu rendah akan mengakibatkan adonan menjadi keras, rapuh dan kasar.  Suhu mixer yang diharapkan adalah tidak melebihi 30oC atau suhu berkisar pada suhu ruang.


c.         Waktu

               Waktu pengadukan di mesin pencampuran atau mixer  berkisar 2-10 menit. Penggunaan waktu sangat berpengaruh pada kondisi adonan, jika waktu pengadukan terlalu lama maka suhu adonan akan meningkat hal ini disebabkan karena adanya gesekan antar adonan dengan baling-baling mesin sehingga berpengaruh  terhadap suhu adonan  yang meningkat dan akan menurunkan kualitas dari adonan itu sendiri sedangkan jika waktu mixing terlalu cepat maka akan mengurangi homogenitas adonan.

2.          Proses Pressing
                                Pressing adalah proses dimana adonan mi dari proses pencampuran dibuat menjadi lembaran hingga mencapai ketebalan tertentu sesuai standar yang ditetapkan. Pressing bertujuan untuk membentuk lembaran adonan, serta menarik serat-serat gluten. Dalam roller press serat-serat gluten yang tidak beraturan segera ditarik memanjang dan searah oleh tekanan antara dua roller. Pembentukan lembaran dengan roll pengepres menyebabkan pembentukan serat-serat gluten yang halus dan ekstensibel.
                                Pengamatan yang harus dilakukan pada saat proses pressing adalah pengamatan terhadap cemaran, ketebalan untaian mi, dan jumlah untaian mi.
3.          Proses Slitting
                                Slitting adalah proses pemotongan lembaran adonan mi menjadi untaian mi menggunakan slitter. Slitter terdiri dari roller slitter, sisir slitter dan mangkok slitter.
                                Pada proses ini, slitter berpengaruh terhadap berat mi dengan mengatur jumlah dan tinggi gelombang mi. Semakin tinggi ukuran gelombang dan semakin banyak jumlah gelombang maka berat mi semakin tinggi dan sebaliknya jika semakin rendah ukuran gelombang dan semakin sedikit jumlah gelombang maka berat mi akan rendah.


4.          Proses Cutting dan Folding
                                Cutting adalah proses pemotongan untaian mi menjadi bentuk yang diinginkan atau panjang yang diinginkan.  Mi dipotong-potong dengan mesin pemotong sesuai dengan bobot atau ukuran yang diinginkan.
                                Pengamatan yang harus dilakukan pada saat proses cutting adalah panjang mi yang telah terpotong, berat mi basah, bentuk lipatan mi untuk setiap line serta cemaran asing.
                                Folding adalah proses pelipatan untaian mie menjadi dua bagian sama panjang yang dilakukan setelah proses cutting mi.
5.         Proses Oven atau Pemanggangan
Proses pengovenan ini merupakan proses pematangan dari mi. Dengan metode hembusan udara panas yang dikenakan pada permukaan bahan, akan mengeringkan mi dan mengurangi kadar air mi tersebut.
Direncanakan bahwa mi kering panggang ini memiliki kadar air maksimal 6%. Hal ini dikarenakan apabila mi lebih dari kadar air tersebur, aktivitas air akan tinggi sehingga mi mudah ditumbuhi mikroorganisme. Namun, apabila kadar air terlalu rendah akan terjadi pemborosan bahan baku dan energi yang digunakan.
Untuk mencapai kadar air yang diinginkan tersebut, maka perlu adanya pengendalian suhu pada proses pengovenan ini. Suhu yang digunakan di stabilkan pada 125-130 0C selama 6,5 menit sampai dengan 7 menit.
Proses pemanggangan ini akan sangat mempengaruhi hasil akhir, sehingga harus dikendallikan agar suhu standar. Dalam proses ini akan dihasilkan banyak limbah berupa mi yang tidak matang sempurna, mi gosong atapun mi yang hancur.
6.          Proses Cooling          
                                Proses cooling adalah proses pendinginan mi yang keluar dari oven. Proses pendinginan dilakukan dengan menghembuskan udara ke produk. Proses pendinginan dilakukan saat blok mi keluar dari fryer dibawa conveyor kearea cooling.
                                Parameter mutu yang dilakukan pada proses cooling ini meliputi pengukuran waktu pendinginan mi, bentuk mi dan cemaran.
7.          Proses Packing
                                Packing adalah proses pengemasan kedalam pengemas primer untuk kemudian di lakukan seal dan dimasukkan kedalam karton.
Beberapa fungsi pengemasan sebagai berikut :
1.        Harus dapat mempertahankan produk agar bersih dan memberikan perlindungan terhadap kotoran dan pencemaran lainnya.
2.        Harus memberikan perlindungan pada bahan pangan terhadap kerusakan fisik, air, oksigen dan sinar.
3.        Harus berfungsi secara benar, efisien dan ekonomis dalam proses pengepakan yaitu selama pemasukan bahan pangan ke dalam kemasan. Hal ini berarti bahan pengemas harus sudah dirancang untuk siap pakai pada mesin-mesin yang ada atau yang baru akan dibeli atau disewa untuk keperluan tersebut.
4.        Harus mempunyai suatu tingkat kemudahan untuk dibentuk menurut rancangan, dimana bukan saja untuk membuka atau menutup kembali wadah tersebut, tetapi juga harus dapat mempermudah pada tahap selanjutnya selama pengolahan di gudang dan selama pengangkutan untuk distribusi. Terutama harus mempertimbangkan dalam ukuran, bentuk dan berat dari unit pengepakan.
5.        Harus memberi pengenalan, keterangan dan daya tarik penjualan. Unit-unit pengepakan yang dijual harus dapat menjual apa yang dilindunginya dan melindungi apa yang dijual.
II.3.3  Out Going Process Quality Control  (OQC/Finished Good)
        Finished Good atau barang  jadi adalah barang-barang yang sudah selesai diproses dalam suatu proses produksi dan telah siap dipasarkan. Barang jadi hasil proses pengemasan sekunder akan langsung dikirim ke gudang FG (Finished Good)
Dalam skala Home Industry pemeriksaan Finished Good di gudang meliputi :
1.             Memastikan kehalalan produk (tidak tercampur dengan bahan najis)
2.             Keadaan karton bagian luar (bersih, utuh, dan sesuai)
3.             Keadaan kemasan produk (bocor/tidak)
        Apabila dinyatakan baik, maka prosuk siap dipasarkan. Metode pengeluaran produk ini sebisa mungkin menggunakan sistem FIFO (First In First Out). Dengan sistem ini, akan mempermudah dalam pemasaran sehingga tanggal kadaluarsa produk dapat di monitoring dengan mudah.

II.4 Penanganan Limbah Perusahaan
                        Pada umunya mi panggang tidak memiliki banyak limbah. Limbah yang dihasilkan dari mi panggang adalah mi patah, blok mie hancur atau mi gosong dalam oven. Mi yang tidak dapat digunakan ini akan diolah menjadi pakan hewan ternak. Pada umumnya blok mie yang reject dipisahkan dengan memasukan blok mie tersebut pada kantong plastik yang besar. Lalu di setiap akhir pekan akan ada truk dari peternakan yang telah bekerja sama dengan perusahaan mengangkut blok mie tersebut untuk kemudian dijadikan pakan ternak babi ataupun lele.
II.5 HRD dan Standar Pegawai Perusahaan
HRD atau Human Resourches Developmen bertugas mencari atau menyeleksi karyawan yang akan bekerja didalam perusahaan. Untuk mendapatkan karyawan seperti yang diinginkan sesuai jabatan, perlu diadakan klasifikasi standar yang harus dicapai. Namun untuk kisaran Home Industry standar pegawai perusahaan disamakan. Persyaratan tersebut meliputi :
1.      Pria/wanita 18-35 tahun
2.      Pendidikan minmal SMK segala Jurusan
3.      Dapat bekerja secara kelompok atau individu
4.      Jujur, terampil, dan cekatan
5.      Bersedia mendapat upah sesuai kebijakan yang telah disepakati sebelumnya
7.      Diutamakan berdomisili daerah sekitar perusahaan




II.6 Produk Hasil Olahan dan Sasaran Pemakaian Lokal/ekspor
            II.6.1 Produk Hasil Olahan
Produk mie wortel panggang ini merupakan terobosan baru bagi para pecinta makanan instan namun di satu sisi lain masih memperdulikan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi. Seperti yang diketahui bahwa produk mie panggang ini memiliki keistimewaan yaitu dipanggang tidak digoreng. Hal ini berkaitan dengan adanya kandungan vitamin A pada produk mie panggang, sehingga untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas dari presentase vitamin ini pengolahan mie di proses dengan pemanggangan.
II.6.2 Sasaran Pemakai Produk
Mi wortel panggang adalah mi sehat yang dapat dikonsumsi di semua usia. Mi Wortel panggang ini akan ditargetkan dipasarkan dengan beberapa fase, diantaranya :

A.       Jangka Pendek
Untuk rencana jangka pendek, mi kering panggang ini akan di pasarkan sebagai produk lokal di warung-warung dan pasar daerah sekitar. Dengan bantuan sales, produk akan didistribusikan kepada pelanggan.
B.        Jangka Menengah
Seiring perkembangan perusahaan, pendistribusian seperti jangka pendek tidak akan seimbang dengan jumlah produk hasil produksi perusahaan. Perluasan area pemasaran pada jangka menengah akan diadakan sampai ke luar kota. Target yang dituju adalah pasar-pasar di luar kota.
C.        Jangka Panjang
Untuk jangka yang akan datang,seiring dengan perbaikan kualitas produk dan mesin-mesin pengolahnya, produk ini akan direncanakan untuk di pasarkan di luar provinsi. Namun, untuk jangka panjang ini diperlukan waktu yang cukup lama, mengetahui untuk pemasaran luas perlu diadakan peningkatan kualitas produk dahulu.

II.7 Sistem Pemasaran Produk/Jasa
                        Dalam pemasaran produk mie panggang ini strategi atau sistem pemasaran yang akan diambil adalah sebagai berikut :
1.      Dari mulut ke mulut
Promosi ini adalah promosi paling dasar/sederhana, serta tidak memerlukan banyak biaya untuk melakukannya. Cukup dengan bercerita mulai dari keluarga,tetangga atau teman-teman tentang usaha kita, sehingga secara tidak langsung mereka akan menjadi konsumen awal kita dan mereka mengetahui mengenai dan memahami keunggulan produk yang kita hasilkan dibandingkan produk lain. Dalam promosi ini, harus dijelaskan alasan mengapa mi panggang ini lebih baik dari mi kering lain yang diproses dengan penggorengan. Secara tidak langsung, orang yang menjadi konsumen awal tersebut akan memberitahukan kepada orang lain sehingga secara otomatis akan menjadi konsumen selanjutnya.
2.      Dengan media internet
Karena mi panggang berbeda dengan mi kering yang diproses dengan penggorengan, maka promosi dengan media internet memungkinkan membuat masyarakat tertarik dengan alasan mi ini lebih sehat.
Promosi dengan media internet tidak harus melalui blog, namun dapat juga melalui sosial media seperti facebook, twitter, instagram dsb. Hal ini dikarenakan sosial media pada masa kini menjadi hal pokok yang setiap hari digunakan masyarakat. Selain itu, pengguna sosial media terbanyak adalah para remaja yang sering menginginkan makanan sehat yang rendah lemak, sehingga akan mudah tertarikdengan mi panggang ini.
3.      Pengembangan pasar
Selain strategi diatas, tentunya harus memiliki pasar sebagai media distribusinya. Pasar dasar yang akan digunakan adalah warung kecil sampai pasar umum di daerah sekitar. Namun, seiring perkembangan perusahaan nanti haruslah ada perluasan pasar. Dalam rangka perluasan ini, direncanakan bahwa mi panggang ini akan dipasarkan ke pasar-pasar diluar daerah cakupan semula. Untuk pemasaran di wilayah yang masih mudah dijangkau akan diantarkan oleh sales menggunakan kendaraan seperti sepeda motor atau mobil biasa. Namun, apabila telah sampai diluar daerah, pengiriman nantinya akan dilakukan dengan mobil box sebagai upaya melindungi kualitas produk mi panggang didalamnya.
Usaha pengembangan pasar ini memiliki beberapa tujuan dan manfaat diantaranya : mengembangkan perusahaan, mempercepat pergerakan produk,sehingga produk yang diproduksi lebih banyak, tenaga yang dibutuhkan lebih banyak dan akan mengangkat tenaga kerja masyarakat sekitar



II.8 Target Ekonomi
II.8.1 Pengadaan Sarana dan Prasarana
-     Pembangunan tempat usaha           : Rp. 100.000.000
-     10 bh Oven Elektrik                               : Rp. 70.000.000
-     1 bh Horizontal Mixer                     : RP.  3.000.000
-     3 bh Press Otomatis                               : Rp.  9.000.000
-     3 bh Slitter Otomatis                     : Rp.  7.800.000
-     100 bh loyang (40 x 60 x 2 cm)             : Rp     6.000.000
-     Continous sealer                            : Rp.    4.000.000
-     Peralatan lain-lain                                   : Rp.    1.000.000
TOTAL                                             : Rp. 201.200.000

II.8.2 Analisa dan Target Produksi
a.       Analisa Modal Produksi Dalam 1 Hari
-      100 kg tepung terigu               : Rp. 600.000
-      35 kg tepung tapioka              : Rp. 175.000
-      1 L air                                      : Rp.    3.000
-      4 L Minyak goreng                 : Rp.  25.000
-          Ekstrak anato Cl                     : Rp.  50.000
-      2 kg Garam dapur                   : Rp.    3.000
-      200 gram pewarna makanan   : Rp.  10.000
-      1900 pcs Plastik kemas           : Rp. 190.000
-      BBM                                       : Rp. 100.000
-      Lain-lain                                  : Rp. 100.000
 TOTAL                                         : Rp. 1.256.000

b.      Target Produksi
Berdasarkan trial dan pengamatan dari berbagai sumber yang telah dilakukan dengan mempertimbangkan berat produk per pieces maka ditargertkan bahwa dalam sehari mampu memproduksi 1.900 pcs mi. Mengenai analisa target produksi usaha ini dapat dihitung sebagai berikut :

-        Modal produksi             : Rp. 1.256.000
-        Target produksi             : 1.900 pcs
-        Harga per pieces            : Rp. 1.000
-        Target pendapatan         : Rp. 1.900.000
-        Upah karyawan             : Rp. 280.000 (Rp. 40.000 x 7)
-        Pendapatan bersih         : Rp. 1.570.000

                                    Keuntungan                            : Rp. 414.000
                                    R/C Ratio dalam 1 hari           : Rp. 1.620.000
                                                                                     Rp. 1.602.000
                                                                                    : 1.011
                                    Dalam ilmu kewirausahaan, rencana pembuatan usaha akan menguntungkan jika memiliki R/C ratio lebih dari 1. Dalam analisis usaha ini, R/C ratio telah melebihi 1, sehingga layak untuk dikembangkan.
II.8 Pola Kerjasama, Anak Binaan Usaha
Seiring pertumbuhan perusahaan, untuk memperluas dan meningkatan kualitas perusahaan dan memiliki anak binaan usaha perlu diadakan merger dengan perusahaan lain. Dalam hal ini, direncanakan bahwa perusahaan mi kering panggang ini akan bekerja sama dengan pengusaha ternak ikan tambak.hal ini dikarenakan perusahaan akan memiliki limbah yang akan diolah sendiri menjadi pakan ikan.
Hasil olahan limbah ini akan didistribusikan langsung kepada pengusaha ternak ikan tersebut. Sehingga, dalam hal ini limbah yang seharusnya mengurangi pendapatan, mengganggu lingkungan, dan tidak memiliki manfaat akan menambah pendapatan perusahaan. Apabila rencana ini dapat berjalan dengan lancar, maka pendapatan perusahaan akan semakin tinggi dan target pemasaran jangka panjang akan tercukupi.
Rencana selanjutnya adalah memperluas kerjasama dengan pengusaha ternak ikan mengetahui produksi akan semakin meningkat dan limbahpun semakin meningkat. Selama kerjasama dapat terjalin, secara pelan-pelan akan melakukan perencanaan kembali untuk membangun home industry yang serupa sebagai anak binaan usaha.


II.9 Kepedulian Ke Lingkungan Sekitar
Pendirian perusahaan sekecil apapun akan memiliki dampak negatif kepada masyarakat sekitar. Sebagai perusahaan yang peduli kepada lingkungan, akan dilakukan usaha semaksimal mungkin agar lingkungan yang digunakan terjaga dari segala jenis limbah perusahaan. Selain itu, akan dilakukan pengambilan tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Semakin besar perusahaaan nantinya, akan memerlukan lebih banyak karyawan. Pengambilan karyawan ini akan diusahakan untuk mengambil dari masyarakat sekitar.

























BAB III
PENUTUP

Demikian proposal pendirian Home Industry Mie Wortel Panggang ini diajukan sebagai gambaran dan pedoman dalam perancangan pendiriannya. Dengan tujuan dan manfaat yang telah direncanakan, semoga pendirian usaha ini segera terwujud dan bermanfaat bagi warga sekitar, masyarakat konsumen maupun untuk daerah.



 LAMPIRAN GAMBAR 
 wikipedia.com


 








Latest
Previous
Next Post »